Jumat, 12 Mei 2017

Doa Altar #3: Doa Aradia

Puji Ilahi Agung, Bapa Angkasa,
Ilahi Mulia, Ibu Bumi...

Merry meet...

Apa kabar Wiccan, Witch, dkk? Semoga semuanya selalu dalam naungan Sang Bunda, blessed be...

Kali ini aku akan berbagi tentang Doa Altar yang dapat kalian jadikan referensi untuk memmbuat doa yang serupa atau melakukan ritual yang sama seperti yang aku lakukan. Doa Altar kali ini adalah Doa Altar yang ketiga setelah Doa Altar 1 dan Doa Altar 2 yang aku posting beberapa waktu yang lalu.

Oh ya, Doa Altar 3 ini aku dedikasikan kepada Aradia; titisan Diana, Guru besar para Penyihir. Bagi kalian yang menjadi pemuja Aradia, kalian bisa menjadikan doa ini sebagai referensi. Tapi kalau kalian memuja Dewi lain, semisal: Hekate, Diana/Artemis, Luna/Selena, Athena/Minerva, dll, kalian bisa menyesuaikan doanya sesuai dengan Dewi yang kalian puja. Berikut ini doanya:

"Wahai ilahi yang di surga, Dewi Aradia yang mulia. 
Engkaulah Ibu dari segala kemuliaan dan kekuatan, ilmu sihir dan cahaya, malam dan bulan, serta perlindungan dan kesembuhan.
Engkau hadirkan kesucian serta kemuliaan di tanah kami yang telah menjadi surga bagi kami. 
Engkau hadir di dalam setiap anakmu di bumi ini.
Wahai Pengembara Jelita, Guru Besar para Penyihir; engkau kekuatan bagi kami, engkau mencurahkan kekuatanmu kepada kami.
Semoga kemuliaan, kebijaksanaan, dan kekuatanmu terus memberkati kami.
Amin!"

Mungkin sebagian besar dari kalian kurang mengenal nama Aradia sebagai salah satu deitas yang membawa aspek Witchcraft. Mungkin kalian lebih mengenal Sang Ibu, Diana yang juga membawa aspek yang serupa dengan Aradia. Tentu saja demikian, karena Aradia adalah titisan dari Diana, seperti yang kusebutkan di awal tadi. Diana lahir ke dunia manusia melalui rahim seorang wanita.
Aradia menjalani hidup yang berat di mana dia terus menghadapi pertentangan antara keinginan hatinya dengan keinginan orang tuanya. Dia bekata kalau dia ingin mempunyai banyak anak seperti anak-anak burung dalam sarang yang ada di atas pohon yang dia temukan pada suatu hari. Akan tetapi, ibunya menginginkan dia untuk menjadi biarawati di gereja besar. Hingga akhirnya Aradia pun bertemu dengan seorang wanita yang berdoa kepada Diana di halaman rumahnya. Orang itu mengatakan kalau Diana adalah IBU yang sejati  dan Dia akan membantu setiap anaknya yang meminta pertolongan.
Dengan bantuan sepupunya, Aradia yang semula dikurung gara-gara keluar tengah malam dan berbicara pada orang pagan, memutuskan untuk melarikan diri. Aradia pergi ke padang rumput di mana banyak kunang-kunang yang beterbangan. Saat Aradia mendongak ke atas, dia mendapati bulan tampak begitu dekat di atas kepalanya. Bulan berbicara dan berkata kalau Dia adalah Diana, Sang Ibu.
Dari situ Diana berkata kepada Aradia bahwa Aradia itu adalah titisannya, dan Aradia dilahirkan ke dunia mengemban tugas sebagai tangan, kaki, dan lidah bagi Diana. Sejak saat itu, Aradia belajar banyak hal dari Sang Ibu; mulai ilmu pengobatan hingga ilmu sihir. Dan Aradia mulai mengembara ke berbagai tempat untuk menyelamatkan orang-orang yang tertindas, membebaskan para budak, menyembuhkan orang yang sakit, dan juga mengajarkan ilmu sihir pada siapa pun yang berguru padanya.
Kemahsyurannya ini membuat kaisar merasa takut, dia ditangkap dan dipenjarakan. Dia tidak gentar, sebab dia memiliki Ibu yang luar biasa. Dia pun berdoa kepada Diana untuk memohon pertolongan, dan saat cahaya bulan menembus ventilasi penjara dan menyinari seluruh tubuh Aradia, Pengembara itu lenyap seperti embun yang menguap di pagi hari.

Itu tadi penggalan kisah dari Aradia yang aku ambil dari sebuah buku berjudul "Aradia, Gospel of The Witches" karya Charles Le Land. Karena buku itu berbahasa Inggris, jadi aku menceritakan ulang kisahnya sesuai dengan apa yang aku pahami saja. Kurang lebih kisahnya ya, seperti di atas itu.

Baiklah, terima kasih sudah singgah di Biara Wicca. Semoga segalanya menjadi bermanfaat untuk kita semua.

Puji Iahi Agung, Bapa Angkasa,
Ilahi Mulia, Ibu Bumi...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Postingan Populer